Dalam hembus
Kebungkaman akan bisikan rahasiaMu
Tak henti kujajaki
Entah hingga mana
Kemana, dimana...
Duri ini telah menemani langkahku sekian mil
Semak belukar tak bosan mengiringi perjalananku nan seok
Batu sandungan nampaknya sudah berkawan
Merdunya deburan ombak sudah lama kuteriakan
Begitukah?
Masihkah Engkau...
Masih terus ingin ku keluarkan berbarel peluh?
Retakkan tulang baja?
Saatnya tiba...
Lenyap sudah
Sirna...
Nampak terang hadirMu kini
Bak fajar selepas gerhana
Micingkan kedua sudut bibir
Menatap dengan binarnya
Cercah harap lamanya dinanti
Menyelimuti hari di hati
Lemaskan tubuh agar dahi menyentuh tanah
Engkau tak kan pernah biar
Kendali mmisteri ada dalam genggamanMu
Meski tak ubahnya Kau permainkan
Dan kini hadirMu selamanya....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar